Puisi

Semunya Nasib Ini

Hari-hari berlalu dengan bayangan senyum itu

Alangkah manis bayangan semu

Langkah kita berdua yang terus beriringan

Inginku mengulang masa biru, saat setiap hari kita bersama

 

Maha indah anugerah berupa cinta

Alangkah indah jiwa yang menyikapinya dengan nurani

Tidaklah engkau merasa hal yang sama?

Upaya apa yang sanggup aku lakukan

Siasat apa yang taktis untuk melukis

Sisa-sisa harapan yang mengkristal dilangit khayal

 

Apakah kau kan berkata”ya” yang akan mem[perindah segalanya.

‘ , ataukah tanda maacam itu yang tak jelas yang akan akau berikan?

Diam mungkinpilihanmu, atau dia selainku suadh bermukim di hatimu?

Intuissi ku juga kadang menangkap kemungkinan “Tidak”

Yang akan mengambrukkan langit menimap jiwa ini.

Alangkah tinggi harapan ini

Hapanku mencuat pada suatu waktu

Namun aku berkutat di lorong hitam ketidak pastian yang mencekam.

Untuk menerima kemungkinan yang mungkin sepahit mahoni

Rasa menderita bagai terjajah tirani.

 

Indahnya rasa meski terpenjara semu

Tak terutarakan hanya bergerak mundur-maju.

 

Sajakku tertulis tak tau bagaimana nasib penulisnya.

Nasib yang akan berbalut kenyataan manis

Atau berlumur fakta yang berkonotasi tragis.

 

24-4-2015

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *