Puisi

Cemburu Ilegal

Siapa aku?

Mencintai tak memandang diri Jiwa kerdil tak bertaji

Rendah diri bergelut dengan ironi

  Siapa aku?

Tak suka melihatmu dengannya Padahal mungkin kalian saling suka

  Aku mencintai Bulan Yang tak tergapai walau ku tunggangi awan, atau ku sewa pegasus sewaan

  Aku keliru merindu fatamorgana berlari mendekatinya, tapi akhirnya ia lari entah kemana

  Aku bagai kutub magnet yang yang ingin bertemu dengan kutub yang lain

Semakin ku dekati kau lari ke arah tak bertepi.

  Kau mungkin tak tau menau semua rasa yang menggelora di dalam dada, kemudian berkonvensi menjadi rasa yang kadang tak bisa diisyaratkan oleh bahasa tapi kini lenyap tak tersisa

  Jasad ini bagai layang-layang putus terbawa angin kemana saja ia ingin

Jasad ini kehilangan semangat yang berapi menggapai mimpi yang telah tersusun rapi

  Aku ini siapa? berani sakit hati karena engkau Adinda

berani mendamba awan teduh penghilang derita

mendamba telaga yang mengobati dahaga  

Engkau tak bersalah untuk apapun

Aku sendiri yang menyiapkan tungku membakar diri

Menggantung tali untuk memberhentikan urat nadi

 

Aku tak ingin mencintaimu

tetapi aku bodoh terlalu memelihara bayang semu

Berharap kau membalas semua rasa itu

 

Facebook Comments

Leave a Reply

1 thought on “Cemburu Ilegal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *