Kisah inspiratif

Ahlu Sunnah VS Qodiriyyah

pertanyaan-hidup-berkualitas

Suatu masa, hidup lah sepsang pengantin baru yang siang tadi baru saja menikah. Malam nya, layaknya penagntin baru mereka lalui makan malam dengan malu-malu kucing. Karena bosan dengan kehampaan tersebut sang istri berinisiatif memulai percakapan.

Istri : Semoga Allah memberi kekuatan-Nya kepada kita untuk mengaruhi bahtera rumah tangga kita kakanda.

Suami : kekuatan itu datang dari diri kita, jangan libatkan-Nya pada hal itu!.

Pernyataan sang suami tentu terdengar asing bagi sang istri yang berpemahaman bahwa pembuat taqdir itu Allah Ta’ala, manusia hanya memilih pilihan yang telah digariskan Nya.

Istri ; ma’af kakanda, terus apa fungsi ada nya Allah?

Suami : jika perbuatan yang membuat Allah, berarti manusia tak layak dihakimi elak di hari akhir.

Perdebatan antara pasutri belia itu pun terus bergulir, hingga tak sadar malam sudah mulai larut, karena keinginan suami utuk menjalankan sunnah rasul bagi pengantin baru, sang suami meyudahi perdebatan yang berbobot tersebut.

Suami : sudahlah, kita terlalu asik memperdebatkan pendapat hingga kita melalaikan sunnah Nabi-Nya

ehmmm

kedua anak manusia itu pun larut dalam kenikmatan biologis yang diridhoi-Nya.

Satu ronde, dua ronde, tiga ronde.

pada ronde ke-3 ini sang suami tampak nya sudah tak memiliki energi lagi.

Suami : sudah dulu ya adinda, kakanda capai.

Istri : ma’af, tapi adinda masih ingin…

Suami : kakanda sudah capai…

Istri : kata kakanda tadi perbuatan itu kita sendiri yang membuat, kalau energi kakanda habis kenapa  kakanda tak membuat energi sendiri?

Suami : (bingung)

Istri : jadi benar kan kata ku, perbuatan itu Allah Ta’ala yang membuat, manusia yang bisa memilih untuk menjalankan nya tau tidak.

 

Facebook Comments

Tagged , , ,

Leave a Reply

4 thoughts on “Ahlu Sunnah VS Qodiriyyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *