Puisi

Dulu dan Sekarang

Kau…

Yang dulu senyumnya begitu manis ku pandang

Kini malh membuatku terisak meradang

Kau…

Yang dulu menangis karenaku

kini giliranmu membuatku beku

Kau…

Yang dulu ada kala duka merajalela

Kini kau hampir membuatku gila

Kau…

Yang dulu selalu menjadi inspirasi saat aku bersikap bertindak-tanduk

Kini membuatku seolah-oleh terkutuk, tergopoh-gopoh, terseok-seok

bagai preman jalanan yang sedak mabuk

Kau…

Yang dulu selalu menyediakan bahumu untukku menangis

Kini malah meyediakan album kenangan yang penuh berisi cerita tragis

Dahulu kau berkata, cintamu hanya untukku,

PESRSETAN!!!!, ternyata itu cuma basa-basi pengantar luka yang mendera.

Remuk redam kacau balau

Ketika aku sadar,

Aku hanya selingan yang kau perhatikan ketika waktu senggang

namun kau campakkan ku saat rasa itu ada

melukaiku dengan sembilu, namun tak kunjung kau bunuh…

Palsu semua kasihmu ! berteburan janji manis laksana madu,

namun hal itu tak ubah rasa pahit dari empedu.

Mungkin aku terlalu bodoh untuk percaya pada sandiwara mu,

atau kau yang tak punya hati, tega ku kau campakkan…. kau mainkan dan kau buang saat kau bosan..

Kau….Kau….Kau….

Yang dulu pelita yang menyinari kegelapan..

kini berkhianat membakarku sekujur badan…

GOR Al-Hikmah 2, 5 Januari 2016

Facebook Comments

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *