Puisi

Kau Milikku

Kau Milikku

Kini aku berada di halusinasi tingkat tertinggi

Hangatnya sinar mentari tercuri senyum lugu itu

Obrolan semenarik apapun tersaingi bunyi namamu

Ingatanku terpause pada adegan saat pandangan kita bertemu

Rajai diriku wahai putri imajinerku!

Untuk apa kau telah melucuti sel demi sel ingatanku

Malah kau berlari entah kemana… lorong hitam ke jagat antah berantah

Masifnya pesona mu merangsek paksa bahkan sampai alam mimpiku

Aku tak tau, apakah itu sekedar bunga tidur atau ilham-Nya

Rontok semua amarah saat aku menghadapi sorot mata bersahaja

Zaitun yang melegenda kalah berkhasiat hanya dengan  satu dua patah kata-katamu

Umbra cahya yang menerangimu bak sebuah gubuk di tengah sahara kala siang bolong

Qur’ani benar tindak-tandukmu membuat aku terbisu menanggapi

Ohhhh Kau yang menghangatkan namun tak membakar

Hangatkanku dengan  peluk kasihmu, hingga aku tertidur selamanya di pangkuanmu…

8 Maret 2016

Facebook Comments

Tagged ,

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *