My Stories, opini

Pemilu Raya 2019: Sebuah Catatan Mengenai Kemelut di Kampus Politik

Meski voting  sudah selesai, bahkan hasilnya sudah diumumkan, tapi nyatanya bola panas Pemira 2019 masih bergulir, Pemira memasuki added time atau bahkan mungkin akan memasuki babak adu penalti. Pemira tahun ini diwarnai kejutan, terutama dalam ranah pemilihan ketua dan wakil Dema-F. Empat fakultas yang sebelumnya stabil berada di bawah panji Ranger Hijau, pada Pemira tahun ini, berhasil dibajak kawanan Rangers…

Continue Reading

Tugas

Lanjutan Sastri

Terusan dari http://imlihlamka.blogspot.com/2015/03/menulis-sastri-sebuah-narasi-tentang.html?m=1 Hujan semakin menggila hingga datang malam. Mungkin sekitar jam delapan malam, hujan mulai surut. Aku yang berteduh di bawah pohon, mulai diserang ganasnya batalion nyamuk, mereka menyerang secara sporadis. Tak lama, aku sudah tak merasa kerasan di sini. Serangan nyamuk menjadi alasan primer, gelap gulita menjadi yang sekunder. Ditengah kebingunganku, terdengar ada dua atau tiga, mungkin empat…

Continue Reading

Puisi

Aku Harus Segera Melupakanmu

Aku harus segera melupakanmu Sebagai mana bumi melupakan kemarau setelah disambangi hujan Aku harus segera melupakanmu Sebagaimana tisu yang menyapa pipimu selepas tangis yang syahdu Aku harus segera melupakanmu Sebagaimana sang kembara melepas haus setelah bersua oase Aku harus segera melupakanmu Sebagaimana pantai melupakan istana pasir yang telah tersapu ombak Aku harus segera melupakanmu Sebagaimana Ibrahim merelakan Ismail Sebagaimana Abdul…

Continue Reading

Cerpen, Tugas

Gutho Yang Tak Pernah Kembali

Pagi sudah tiba di Pasar Cilongok, namun dia tidak datang sebagai yang pertama. Dia kalah cepat dengan pedagang sayur yang sedari dini hari tadi sudah mangkal, menduduki kios-kios pasar tradisional itu. Apalagi hari itu hari Minggu Manis, hari pasaran teramai Pasar Cilongok yang tidak lain tanggal mainnya. Keramaian pagi hari tidak mengusik tidur Gutho, begitu lelaki paruh baya yang dikenal…

Continue Reading

Cerpen, Tugas

Rampenan

Malam mulai larut saat Aku turun dari bus antarkota. Kulirik jam sudah hampir pukul satu. Seharusnya Aku sudah sampai sejak pukul sembilan tadi, tetapi karena macet di jalan antarprovinsi, waktu perjalanan ngaret hampir empat jam. Kulihat fitur peta di gawaiku, ternyata rumah Sam sudah dekat, menurut peta, Aku cukup berjalan sepuluh menit untuk sampai. Sebenarnya ada dua jalur menuju rumah…

Continue Reading

Puisi, Tugas

Sebuah Elegi untuk Semboyan

Kita berteriak: “NKRI Harga Mati!” Namun di depan tahta, Negara tak lagi berharga Republik pun dibiarkan mati Kita berteriak: “Pancasila Sakti” Namun di depan harta, Pancaindera mendadak terkena malfungsi Sila-sila sakti mati Kita berteriak: “NKRI Bersyari’ah” Tetapi bersikap ramah kita ogah Berbeda sedikit, dedah! Takbir tak lebih hanya di bibir Tuhan begitu lembut, kita begitu lacut Tuhan begitu sabar, kita…

Continue Reading