rifqi

Menatapmu adalah sebuah bentuk istirahat Atas perjalanan panjang penuh perang dan luka Zirahku telah compang camping terhujani anak panah dan bayonet Inginku mundur saat itu tetapi kurasa ksatria sejati takkan […]

Mawar Merah Milik Mad Mugni

Mawar Indah kulihat di tebing dekat kampus Sungguh memesona tiada lawan, tiada banding Coba kupetik tetapi ia terlalu tinggi Tubuh Katai ini tak kuasa, benar-benar tak berdaya Duri-durinya ayat-ayat yang […]

Jika ada kebaikan dari blog ini, hal tersebut berasal dari Tuhan. Jika ada kekurangan, itu berasal jadi pemilik blog semata.

Lanjutan Sastri

Terusan dari http://imlihlamka.blogspot.com/2015/03/menulis-sastri-sebuah-narasi-tentang.html?m=1 Hujan semakin menggila hingga datang malam. Mungkin sekitar jam delapan malam, hujan mulai surut. Aku yang berteduh di bawah pohon, mulai diserang ganasnya batalion nyamuk, mereka menyerang […]

Aku Harus Segera Melupakanmu

Aku harus segera melupakanmu Sebagai mana bumi melupakan kemarau setelah disambangi hujan Aku harus segera melupakanmu Sebagaimana tisu yang menyapa pipimu selepas tangis yang syahdu Aku harus segera melupakanmu Sebagaimana […]

Gutho Yang Tak Pernah Kembali

Pagi sudah tiba di Pasar Cilongok, namun dia tidak datang sebagai yang pertama. Dia kalah cepat dengan pedagang sayur yang sedari dini hari tadi sudah mangkal, menduduki kios-kios pasar tradisional […]

Rampenan

Malam mulai larut saat Aku turun dari bus antarkota. Kulirik jam sudah hampir pukul satu. Seharusnya Aku sudah sampai sejak pukul sembilan tadi, tetapi karena macet di jalan antarprovinsi, waktu […]

Sebuah Elegi untuk Semboyan

Kita berteriak: “NKRI Harga Mati!” Namun di depan tahta, Negara tak lagi berharga Republik pun dibiarkan mati Kita berteriak: “Pancasila Sakti” Namun di depan harta, Pancaindera mendadak terkena malfungsi Sila-sila […]

Cinta?

Meskipun cinta deritanya tiada akhir (Cu Pat Kai), tetapi cinta -lah yang- kan membawamu kembali di sini (Dewa 19). Meski cintaku tak sesuci cinta suci Zahrana, tetapi aku yakin kalau […]