Category: Coretan Tinta

Belum Merdeka

Malam telah lama hening Hingar bingar upacara telah usai Begitupun hiruk pikuk lomba sudah purna Tapi isi kepalaki bergemuruh Aku belum sepenuhnya merayakan kemerdekaan Belum merdeka Atau mungkin tidak akan pernah sama sekali Karena semua tentangmu adalah penjajahan Penjajahan yang melalaikan Penjajahan yang membahagiakan Penjajahan yang membuatku semakin berharga Bukan kah Pertiwi diperkosa kompeni karena

Malamku Menekuri Rahasia

Malamku terang-benerang Mata ini sukar terpejam, Tersinari pesonamu Terhiasi ketidakberanianku   Bulu mata “ndamar kanginan”mu terus menggelayut di angan begitu dekat, namun tak kasat mata, mendadak ia jauh, begitu jauh dan tak terlihat dipisahkan ketidaktahuan, diceraikan prasangka   Jilbabmu yang merah muda masih terasa desir kibarannya menyentuh bahuku yang begitu rapuh, seakan ia tak pernah

Kegelapan Yang Paripurna

Kau adalah lautan Yang dalamnya tak terperi ujunganya tak terdeteksi Kau adalah gelap malam Hitam pekat penuh misteri Apa yang ia telan akan hilang, tak diketahui Meski begitu, malam adalah ketenangan dan puisi Yang indah, panjang, dan tak tersentuh imajinasi Kau adalah rahasia dan warna Ketika aku stalk, Aku sendiri yang tak berdaya Postinganmu itu-itu

Mazmur Daud

Aku tenggelam di bengawan lirik, Terhenyak di bawah lengkingan oktaf, dan terpana sebelum masuk refrain   Jika candu itu memabukkan, Maka lengkingan suaramu adalah anestasi- Mematirasakan luka yang menggurita- setelah kepergian yanga tak terelakkan   Jika mereka mengharamkan musik dan lagu- maka kuberharap agar mereka memberi rukhsah pada lagu-lagumu Jika mereka tak bergeming- terpaksa Aku

Pesantren: Dermaga Rinduku

Aku rindu para kyai yang mengabdi tanpa digaji, mengajar tanpa dibayar, dan – berkhidmat seakan lupa akan rasa lelah   Aku rindu para pengurus Yang mengurus tanpa pernah terurus Teroris saat lelapnya pagi, dan malaikat sata Aku sakit   Aku rindu melihat santri baru Mereka menangis saat ditinggal orang tuanya sejam yang lalu Ia menangis

Adab di Ujung Senja

Senja, dengarkanlah Aku Aku yang mengiba di halamanmu Dianaktirikan nasib tanpa alasan Ditinggal pergi bersama kenangaan, Kenangan yang menggenang, jernih bukan main Memantulkan kisah bahagia, namun keruh saat coba kugapai Senja, dengarkanlah Aku Mengapa kisahku berakhir di altar suci Tempat diaku dan dianya diaku mengikat janji suci di atas jiwa yang mati, ditinggal pergi, digerogoti

Terimakasih dan Sampai Jumpa

Terimakasih, pernah menjadi pelangi setelah hari-hariku yang penuh petir dan hujan Terimakasih, pernah menjadi mentari setelah malamku yag gelap, lama, dan dingin Terimakasih, telah menjadi refrain indah setelah intro sember yang jauh dari estetika Terimakasih, atas senyum di senja kala setelah siang sarat hiruk-pikuk, kegaduhan, dan debu jalanan.   Kini,   Gelang di antara kita

Putri Salju

Kaulah Putri Salju Tindak-tandukmu membekukan udara Hingga sesak nafasku, pudar pandanganku, hampir jengah bernafas, ingin segera berkelana ke Nirwana. Diam adalah istanamu Yang memaksaku menjadi abdi dalemnya Mengabdi seumur hidup meski tahu takkan pernah diangkat jadi raja Bulu matamu bagai “ndamar kanginen” Menari kala Kau berkedip Elok nan luwes gerakanmya Menghipnotis setiap pasang mata yang

Muhasabah di Depan Cermin

Jari jemariku bisu Tak bersuara, Tak bisa mengumandangkan mars-mars cinta Pikiran ini beku, tak bisa merayu Bahkan dengan satu stanza pun yang paling kaku Apakah aku malu atau jemu? Jangan pernah kau berbohong wahai diriku! Jangan jadikan senyumnya sebagai plesiran Yang kau kunjungi saat liburan Saat hari-hari di depan matamu membosankan Saat dia mu yang

Bagaimana Cara Dunia Merayakan Pergantian Tahun?

Dalam hitungan jam, kita akan segera merayakan momen pergantian tahun. Momen tersebut sering direfleksikan sebagai momen yang tepat untuk mengoreksi diri dan membuat resolusi untuk tahun yang akan segera datang. Tapi pernahkah kita berpikir bagaimana asal-mula perayaan tahun baru dan tradisi-tradisi unik yang mewarnainya? Check it out! Sejarah perayaan “Tahun Baru” Perayaan tahun baru bukanlah