Puisi

Aku Harus Segera Melupakanmu

Aku harus segera melupakanmu Sebagai mana bumi melupakan kemarau setelah disambangi hujan Aku harus segera melupakanmu Sebagaimana tisu yang menyapa pipimu selepas tangis yang syahdu Aku harus segera melupakanmu Sebagaimana […]

Sebuah Elegi untuk Semboyan

Kita berteriak: “NKRI Harga Mati!” Namun di depan tahta, Negara tak lagi berharga Republik pun dibiarkan mati Kita berteriak: “Pancasila Sakti” Namun di depan harta, Pancaindera mendadak terkena malfungsi Sila-sila […]

Belum Merdeka

Malam telah lama hening Hingar bingar upacara telah usai Begitupun hiruk pikuk lomba sudah purna Tapi isi kepalaki bergemuruh Aku belum sepenuhnya merayakan kemerdekaan Belum merdeka Atau mungkin tidak akan […]

Malamku Menekuri Rahasia

Malamku terang-benerang Mata ini sukar terpejam, Tersinari pesonamu Terhiasi ketidakberanianku   Bulu mata “ndamar kanginan”mu terus menggelayut di angan begitu dekat, namun tak kasat mata, mendadak ia jauh, begitu jauh […]

Kegelapan Yang Paripurna

Kau adalah lautan Yang dalamnya tak terperi ujunganya tak terdeteksi Kau adalah gelap malam Hitam pekat penuh misteri Apa yang ia telan akan hilang, tak diketahui Meski begitu, malam adalah […]

Mazmur Daud

Aku tenggelam di bengawan lirik, Terhenyak di bawah lengkingan oktaf, dan terpana sebelum masuk refrain   Jika candu itu memabukkan, Maka lengkingan suaramu adalah anestasi- Mematirasakan luka yang menggurita- setelah […]

Pesantren: Dermaga Rinduku

Aku rindu para kyai yang mengabdi tanpa digaji, mengajar tanpa dibayar, dan – berkhidmat seakan lupa akan rasa lelah   Aku rindu para pengurus Yang mengurus tanpa pernah terurus Teroris […]

Adab di Ujung Senja

Senja, dengarkanlah Aku Aku yang mengiba di halamanmu Dianaktirikan nasib tanpa alasan Ditinggal pergi bersama kenangaan, Kenangan yang menggenang, jernih bukan main Memantulkan kisah bahagia, namun keruh saat coba kugapai […]

Terimakasih dan Sampai Jumpa

Terimakasih, pernah menjadi pelangi setelah hari-hariku yang penuh petir dan hujan Terimakasih, pernah menjadi mentari setelah malamku yag gelap, lama, dan dingin Terimakasih, telah menjadi refrain indah setelah intro sember […]

Putri Salju

Kaulah Putri Salju Tindak-tandukmu membekukan udara Hingga sesak nafasku, pudar pandanganku, hampir jengah bernafas, ingin segera berkelana ke Nirwana. Diam adalah istanamu Yang memaksaku menjadi abdi dalemnya Mengabdi seumur hidup […]