Category: Muqoddimah

Rampenan

Malam mulai larut saat Aku turun dari bus antarkota. Kulirik jam sudah hampir pukul satu. Seharusnya Aku sudah sampai sejak pukul sembilan tadi, tetapi karena macet di jalan antarprovinsi, waktu perjalanan ngaret hampir empat jam. Kulihat fitur peta di gawaiku, ternyata rumah Sam sudah dekat, menurut peta, Aku cukup berjalan sepuluh menit untuk sampai. Sebenarnya

Cinta?

Meskipun cinta deritanya tiada akhir (Cu Pat Kai), tetapi cinta -lah yang- kan membawamu kembali di sini (Dewa 19). Meski cintaku tak sesuci cinta suci Zahrana, tetapi aku yakin kalau cinta sudah melekat tahi kucing -kan- berasa coklat (Gombloh). Meski Bruno Mars berkata: “Lover makes you stupid” tetapi cinta ‘kan selalu dieja: “C-I-N-T-A.” Intinya: Love

Terimakasih dan Sampai Jumpa

Terimakasih, pernah menjadi pelangi setelah hari-hariku yang penuh petir dan hujan Terimakasih, pernah menjadi mentari setelah malamku yag gelap, lama, dan dingin Terimakasih, telah menjadi refrain indah setelah intro sember yang jauh dari estetika Terimakasih, atas senyum di senja kala setelah siang sarat hiruk-pikuk, kegaduhan, dan debu jalanan.   Kini,   Gelang di antara kita

Ta, Cin

Cinta Bila bertemu menjadi sipu Bila tak bisa menjadi rindu Cinta Alasan tersenyum sendiri Meski harimu pucat pasi Cinta Alasan kau berbuat dungu Meski kau sadar itu dungu Cinta Membuat orang gila Kehilangan akalnya Mabuk dan lupa Cinta Sangat dekat dengan benci Hampir tak berbatas dan bertepi Cinta Misteri selain kematian Kadang dikejar mati-matian Tak