English, Puisi

Civil War

Nothing Believed A wild desire for having other’s Being betrayer is heavy crime I realize it well Like the summer sun Am I blind because of love? Try to see but it’s fucking dark Under effect of something most intoxicating than any wine Love or desire that make me mad? Asking to my self but it’s no sense Stupidity’s been…

Continue Reading

Puisi

10 November 2019

Menatapmu adalah sebuah bentuk istirahat Atas perjalanan panjang penuh perang dan luka Halusinasi semakin mendekat entah akan menjadi nyata atau membuat gila Zirahku telah compang camping terhujani anak panah dan bayonet Inginku mundur saat itu tetapi kurasa ksatria sejati takkan menyerah hingga saat terakhir Yakinku berkata kan ada cahaya di ujung gua Anganku terjawab mimpiku terijabah

Puisi

Mawar Merah Muda Milik Mad Mugni

Mawar Indah kulihat di tebing dekat kampus Sungguh memesona tiada lawan, tiada banding Coba kupetik tetapi ia terlalu tinggi Tubuh Katai ini tak kuasa, benar-benar tak berdaya Duri-durinya adalah ayat-ayat yang Kudus Semak di sekelilingnya sungguh beracun Sekali tersentuh, maka tubuhku takkan kembali utuh Jarum jam berjalan Kehidupan terus berdetak Kulihat Mad Mugni Menyiramnya Ia siram sepenuh jiwa hingga tak sadar…

Continue Reading

Puisi

Aku Harus Segera Melupakanmu

Aku harus segera melupakanmu Sebagai mana bumi melupakan kemarau setelah disambangi hujan Aku harus segera melupakanmu Sebagaimana tisu yang menyapa pipimu selepas tangis yang syahdu Aku harus segera melupakanmu Sebagaimana sang kembara melepas haus setelah bersua oase Aku harus segera melupakanmu Sebagaimana pantai melupakan istana pasir yang telah tersapu ombak Aku harus segera melupakanmu Sebagaimana Ibrahim merelakan Ismail Sebagaimana Abdul…

Continue Reading

Puisi, Tugas

Sebuah Elegi untuk Semboyan

Kita berteriak: “NKRI Harga Mati!” Namun di depan tahta, Negara tak lagi berharga Republik pun dibiarkan mati Kita berteriak: “Pancasila Sakti” Namun di depan harta, Pancaindera mendadak terkena malfungsi Sila-sila sakti mati Kita berteriak: “NKRI Bersyari’ah” Tetapi bersikap ramah kita ogah Berbeda sedikit, dedah! Takbir tak lebih hanya di bibir Tuhan begitu lembut, kita begitu lacut Tuhan begitu sabar, kita…

Continue Reading

Mukadimah, Puisi

Cinta?

Meskipun cinta deritanya tiada akhir (Cu Pat Kai), tetapi cinta -lah yang- kan membawamu kembali di sini (Dewa 19). Meski cintaku tak sesuci cinta suci Zahrana, tetapi aku yakin kalau cinta sudah melekat tahi kucing -kan- berasa coklat (Gombloh). Meski Bruno Mars berkata: “Lover makes you stupid” tetapi cinta ‘kan selalu dieja: “C-I-N-T-A.” Intinya: Love is You (Cherry Belle)  

Puisi

Belum Merdeka

Malam telah lama hening Hingar bingar upacara telah usai Begitupun hiruk pikuk lomba sudah purna Tapi isi kepalaki bergemuruh Aku belum sepenuhnya merayakan kemerdekaan Belum merdeka Atau mungkin tidak akan pernah sama sekali Karena semua tentangmu adalah penjajahan Penjajahan yang melalaikan Penjajahan yang membahagiakan Penjajahan yang membuatku semakin berharga Bukan kah Pertiwi diperkosa kompeni karena ia molek? Namun seperti penjajahan…

Continue Reading

Puisi

Malamku Menekuri Rahasia

Malamku terang-benerang Mata ini sukar terpejam, Tersinari pesonamu Terhiasi ketidakberanianku   Bulu mata “ndamar kanginan”mu terus menggelayut di angan begitu dekat, namun tak kasat mata, mendadak ia jauh, begitu jauh dan tak terlihat dipisahkan ketidaktahuan, diceraikan prasangka   Jilbabmu yang merah muda masih terasa desir kibarannya menyentuh bahuku yang begitu rapuh, seakan ia tak pernah utuh   Hari belum memeluk…

Continue Reading

Puisi

Kegelapan Yang Paripurna

Kau adalah lautan Yang dalamnya tak terperi ujunganya tak terdeteksi Kau adalah gelap malam Hitam pekat penuh misteri Apa yang ia telan akan hilang, tak diketahui Meski begitu, malam adalah ketenangan dan puisi Yang indah, panjang, dan tak tersentuh imajinasi Kau adalah rahasia dan warna Ketika aku stalk, Aku sendiri yang tak berdaya Postinganmu itu-itu saja, tak dinamis, stagnan                                                                                                                        Namun…

Continue Reading

Puisi

Mazmur Daud

Aku tenggelam di bengawan lirik, Terhenyak di bawah lengkingan oktaf, dan terpana sebelum masuk refrain   Jika candu itu memabukkan, Maka lengkingan suaramu adalah anestasi- Mematirasakan luka yang menggurita- setelah kepergian yanga tak terelakkan   Jika mereka mengharamkan musik dan lagu- maka kuberharap agar mereka memberi rukhsah pada lagu-lagumu Jika mereka tak bergeming- terpaksa Aku menjadi pendosa yang tak ‘kan…

Continue Reading