Puisi

Sajak Si Penyendiri

Hujan…. Hujan….. oh Hujan….. Akhirnya engkau datang juga… Aku rasa engkau datang tuk menemaniku Mengobati jiwa yang remuk redam berjuta pilu Menyiram dahaga kalbu yang kian mengharu biru Pohon…… Mengapa kau begitu congkak kepadaku? Berdiri mematung di sana? Bahkan seulas senyum pun seakan sukar kau beri Kau memilih merelakan diri jadi bulan-bulanan hujan Kau lebih memilih menjadi sasaran amarah mentari,…

Continue Reading

Puisi

You :)

Time stopped Rain gagged Air stunned When you passed over When our look gather When you in a dream bother You don’t care about around But all of attention stolen You just face in front But all of affection  given You’re Master piece God was smiling when created You’re epicentrumme The great earth quick in every heart You… you and…

Continue Reading

Puisi

Kau Milikku

Kau Milikku Kini aku berada di halusinasi tingkat tertinggi Hangatnya sinar mentari tercuri senyum lugu itu Obrolan semenarik apapun tersaingi bunyi namamu Ingatanku terpause pada adegan saat pandangan kita bertemu Rajai diriku wahai putri imajinerku! Untuk apa kau telah melucuti sel demi sel ingatanku Malah kau berlari entah kemana… lorong hitam ke jagat antah berantah Masifnya pesona mu merangsek paksa…

Continue Reading

Puisi

Terlalu Bingung Untuk Memikirkan Judul

Aku bingung…. mau kemana kan aku bawa seonggok daging, beberapa batang tulang dan seikat rambut ini… Aku berada di persimpangan… eh tunggu ini sebuah pertigaan, bukan bukan! ini perempatan, maksudku ohhh tidak.., terlalu banyak persimpangan di depan mataku. Bekalku sedikit, aku ragu, apakah aku sanggup menempuh perjalanan panjang ini, berliku, penuh kerikil tajam, dan sarat akan cobaan. Aku bingung!!! aku…

Continue Reading

Puisi

Dulu dan Sekarang

Kau… Yang dulu senyumnya begitu manis ku pandang Kini malh membuatku terisak meradang Kau… Yang dulu menangis karenaku kini giliranmu membuatku beku Kau… Yang dulu ada kala duka merajalela Kini kau hampir membuatku gila Kau… Yang dulu selalu menjadi inspirasi saat aku bersikap bertindak-tanduk Kini membuatku seolah-oleh terkutuk, tergopoh-gopoh, terseok-seok bagai preman jalanan yang sedak mabuk Kau… Yang dulu selalu…

Continue Reading

Puisi

Guru

Apalah mereka yang mengaku professor, ataukah mereka pemegang strata Toh mereka memulai dengan ejaan terbata Di kelas yang sederhana namun lekat akan cinta Baju putih celana merah mungkin sanggup bercerita : Cucuran keringat beriringan kesabaran tiada tara barbalut lembutnya kasih yang ikhlas Ketika seribu amarah akan membara kau sembunyikan dengan senyum pengertian bagai pelita Mungkin kau tak pernah mengangkat senjata…

Continue Reading

Puisi

Hafalan-Ku

Terlalu agung sabda-Mu hinggap di dahan rapuh ini Selain rapuh, kotor juga Tertempel debu-debu dosa yang berlapis-lapis Pasak bumi saja yang sebesar itu, luluh lantak jika mendapat ayat suci- Mu Apalagi aku…. Jiwa kecil tak sebanding gunung Namun kadang kesombongan ku ini melebihi gunung Dosa nya? Apa lagi Sabda-Mu suci hamba keji Sabda-Mu mulia hamba amat tercela Sabda-Mu indah hamba…

Continue Reading

Puisi

실례합니다

Nadi rasa mu tak sedikit pun melemah Atau kah melemah namun tak kunjung menghilang? Yakin kah kau bahwa aku adalah yang terbaik untuk mu? Langkah mu terseret nafsu Asa mu sukar untuk membeku Zat apa yang meracuni mu? Alkali apa yang mengkontaminasi mindset mu? Harga apa yang membuat mu terlalalu masyghul memburu ku Rangkaian kata itu sungguh berbicara Apa sih…

Continue Reading

Puisi

Sekuntum Rindu Untuk Kampung

Kampung ku….. Aku rindu padamu skarang, ku jauh dari mu merantau, mencari secercah ilmu demi cintaku pada mu Kampung ku, apa kabar mu? Apa kau masih sama seperti saat ku beranjak dari timangan mu? Atau sama sekali berubah dengan yang kau yang dulu Kampung ku…… Aku tak tau pasti, berapa hari aku telah meninggalkan mu Aku tak tau, apa yang…

Continue Reading

Puisi

Secuil Kisah 10 November 1945

Bersimbah peluh, air mata bahkan darah Menatap murka Union Jack yang tak tau malu menyeret kaki kiri yang tertembus pelor sang durjana Mulut merapal takbir, serta satu kata : Merdeka, merdeka dan merdeka!!! Mata berpelipis sobek awas mengintai musik tangan bersimbah darah, masih sigap menarik pelatuk senapan Merah-Putih usang terikat kuat di kepala saksi bisu perjuangan panjang penuh pengorbanan  …

Continue Reading