Puisi

Jika Rindu

Jika Rindu adalah hujan Maka aku telah tenggelam Jika Rindu adalah hujan Maka aku telah tenggelam Berenang pun aku tak kuasa Apalagi menyelematkan diri Jika rindu adalah kemarau Maka aku begitu haus dan kerontang Tersiksa dahaga Di ambang maut Namun Izrail tak kunjung bertandang Jika rindu adalah gempa Maka aku adalah pemukiman yang porak-poranda Maka aku adalah pelabuhan yang luluh…

Continue Reading

English, Puisi

Civil War

Nothing Believed A wild desire for having other’s Being betrayer is heavy crime I realize it well Like the summer sun Am I blind because of love? Try to see but it’s fucking dark Under effect of something most intoxicating than any wine Love or desire that make me mad? Asking to my self but it’s no sense Stupidity’s been…

Continue Reading

Biografi, My Stories

Pertigaan FTV

Pernah nonton FTV? Kalo ngga film dengan genre percintaan? Pasti pernah dong… Tau dong gimana biasanya lakon cowo sama cewe nya ketemu? Papasan dan terus tabrakan kan? terus buku yang dibawa cewenya berantakan dan si cowo bantu mberesin. Ngga berhenti di situ, terus tanpa sengaja (mungkin…), tangan si cowo megang tangan si cewe terus adu pandang deh… jangan lupa, ada…

Continue Reading

My Stories

Mengunjungi Jatilawang: Napaktilas Inspirasi Karya-Karya Ahmad Tohari

Sudah dua kali penulis sowan kepada Eyang Tohari. Beliau adalah sosok yang sangat bersahaja dan tepat waktu. Sosok yang tak lepas dari songkok hitam dan topi ala-ala pria Eropa klasik sangat matang dalam menyampaikan kata-katanya. Ia tak menulis dengan sembarangan. Sebagaimana khasnya orang tua Jawa, ia tidak pernah menghasilkan tulisan yang serampangan, asal-asalan, apalagi instan. Semua didahului proses yang panjang…

Continue Reading

Puisi

10 November 2019

Menatapmu adalah sebuah bentuk istirahat Atas perjalanan panjang penuh perang dan luka Halusinasi semakin mendekat entah akan menjadi nyata atau membuat gila Zirahku telah compang camping terhujani anak panah dan bayonet Inginku mundur saat itu tetapi kurasa ksatria sejati takkan menyerah hingga saat terakhir Yakinku berkata kan ada cahaya di ujung gua Anganku terjawab mimpiku terijabah

Puisi

Mawar Merah Muda Milik Mad Mugni

Mawar Indah kulihat di tebing dekat kampus Sungguh memesona tiada lawan, tiada banding Coba kupetik tetapi ia terlalu tinggi Tubuh Katai ini tak kuasa, benar-benar tak berdaya Duri-durinya adalah ayat-ayat yang Kudus Semak di sekelilingnya sungguh beracun Sekali tersentuh, maka tubuhku takkan kembali utuh Jarum jam berjalan Kehidupan terus berdetak Kulihat Mad Mugni Menyiramnya Ia siram sepenuh jiwa hingga tak sadar…

Continue Reading